Mahatma Gandhi

"You may never know what results come of your action, but if you do nothing there will be no result"    

Tampilkan postingan dengan label Activity/Event/Moment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Activity/Event/Moment. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

Ngopi Bareng Godbless

Seperti biasanya disetiap Sabtu dan Minggu saya dan suami sering mengajak anak-anak rekreasi untuk yaaahh sekedar refreshing dari penatnya lima hari sekolah/kerja, sometimes kami hanya sekedar around Banda Aceh city aja, kadang main di play ground yang ada di Banda Aceh, gak jarang juga snack time ditempat-tempat yang uda di request ama anak-anak, atau ngopi di cafe-cafe yang lagi menjamur di Banda Aceh.

Ada satu cafe yang belakangan ini sering kami kunjungi karena kebetulan berada tepat didepan Taman Sari, sebuah taman yang berada di pusat kota Banda Aceh yang merupakan salah satu taman bermain / rekreasi bagi keluarga, yaitu cafe "Tower Coffe" namanya. Jadi biasanya sebelum atau sesudah bermain di Taman Sari Banda Aceh tersebut kami suka mampir ke Tower Coffe, selain menyajikan menu-menu yang lumayan enak dan murah meriah, suasananya juga nyaman untuk duduk-duduk santai baik sendiri, bersama teman maupun keluarga, yang pasti karena pelayannya yang ramah-ramah dan gak pernah cemberut melihat kelakuan anak-anak saya yang super aktif membuat saya dan suami betah berlama-lama nongkrong disana *gak ada maksud iklan lho, tapi kalau Tower Coffe berniat ngasih discount tiap saya nongkrong disana, pasti saya gak nolak*.

Sabtu tanggal 12 Nopember 2011 sekitar pukul 19.00 WIB yang lalu ketika kami lagi pada nongkrong di Tower Caffe kami sempat ngopi bareng grup band legendaris "Godbless" lho, lebih tepatnya mereka ngopi di mejanya sendiri dan kami ngopi dimeja kami sendiri hehehe. Tanggal 13 Nopember 2011 malam Godbless manggung di Lapangan Blangpadang Banda Aceh,  malam minggu itu saya tebak mereka baru pada nyampe ke Banda Aceh, sepertinya dari bandara mereka langsung diboyong ke Tower Coffe, tebakan saya lho, gak jadi masalah bagaimana cerita pastinya, yang penting saya bahagia melihat didalam tas ada camera pocket, tanpa membuang waktu dan kesempatan segera saya berikan camera tersebut kepada suami. Suami saya yang emang dasarnya penggila musik-musik cadas dan band-band rock asal dalam dan luar negeri dengan semangat reformasi segera mengajak anak-anak untuk foto bareng, sayangnya Agung yang, seperti biasanya, pemalu, tidak mau untuk diajak foto bareng Godbless, maka majulah Athar dengan gagah berani minta foto bareng Opa-Opa personil Godbless tersebut, *gak salah kan kalau Athar manggil Opa*, hasilnya ? lihat saja foto-foto berikut ini :



Athar dengan opa Ahmad Albar



dengan opa Ian Antono


dengan opa Donny Fattah

JANGAN PADA IRI YA....!!!!!



Selasa, 08 November 2011

1st Adit

Tanggal 10 Oktober 2011 kemarin dek Adit ulang tahun yang pertama, sayangnya saat itu saya dan suami sedang banyak kerjaan di kantor jadinya baru malam hari kami sempat merayakannya, hanya perayaan sederhana, untungnya ketika kami pulang ke rumah dek Adit belum bobo, ini sekilas cuplikan foto ultahnya dek Adit


Walau awalnya rada-rada ngantuk tapi Adit jadi semangat lagi setelah melihat birthday cakenya



Sorry ya dek Adit cakenya made in toko, Mama gak sempat buatin birthdaycake untuk dek Adit


















Suapin bang Agung, doain ya Bang biar dek Adit sehat terus dan tambah pintar seperti bang Agung











Bang Athar juga disuapin, jangan suka jahilin Adek lagi ya Bang...








Papa harus buru-buru balik lagi ke kantor jadi gak sempat foto bareng Papa


Selamat ulang tahun ya dek Adit semoga sehat selalu, tambah pintar, kelak menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada Papa & Mama, Amin.

Jumat, 25 Februari 2011

Maulid Nabi Muhammad SAW

Sudah masuk bulan Maulid niiihh...Waaahh..seandainya masih di Lhokseumawe...bisa perbaikan gizi hehehe... Sebelum tugas di Lhokseumawe Maulid dimata saya hanyalah tanggal merah di kalender dalam rangka peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW dimana biasanya pada hari libur itu saya ke sekolah dengan mengenakan baju muslim untuk mendengar ceramah, malamnya pun juga ada ceramah di masjid, cuma itu, hanya itu kenangan yang saya ingat tentang Maulid sebelum saya ditugaskan di Lhokseumawe.

Saya lahir dan besar di Aceh, Papa saya orang Aceh, tapi lingkungan tempat tinggal saya, sebelum tsunami, mayoritasnya bukan suku Aceh, kalaupun ada suku Aceh hanya minoritas dan itupun pendatang, malah di lorong rumah orang tua saya yang suku Aceh ya cuma Papa saya, dan karena Papa saya anak tunggal yang mana Almh. nenek saya pun semasa hidupnya berkedudukan di Banda Aceh juga, otomatis adat Aceh yang saya kenal kebanyakan teori, hanya berdasarkan cerita saja, praktek di lapangannya jarang saya nikmati langsung.

Perayaan maulid atau yang biasa di Aceh disebut dengan Khanuri Maulod (kenduri maulid) dilaksanakan setiap bulan Rabbiul Awal yang disebut maulod awai (maulid awal) dimulai pada tanggal 12 Rabbiul Awal, bulan Rabbiul Akhir (maulod teungoh / maulid tengah), dan bulan Jumadil Awal (maulod akhee / maulid akhir). Biasanya seluruh masyarakat di Aceh mengadakan perayaan kenduri Maulid di Mesjid, rumah, gampong, dan meunasah (mushala), hanya waktu pelaksanaannya yang berbeda-beda, tergantung pada kemampuan menyelenggarakan dari masyarakat. Mengapa dibagi menjadi tiga bulan, dalam Tarikh Islam, tujuannya agar masyarakat dapat melaksanakan kenduri secara keseluruhan dan merata. Maksudnya apabila pada bulan Rabiul Awal belum sempat / mampu, baik secara ekonomi maupun waktu, maka dapat dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir, dan bila belum mampu juga maka masih ada kesempatan pada bulan Jumadil awal.

Di Lhokseumawe masing-masing gampong melaksanakan maulid dalam waktu yang berbeda-beda dengan tujuan agar tidak beradu waktu pelaksanaannya. Di Lhokseumawe lah saya baru benar-benar merasakan yang namanya tradisi perayaan Maulid yang sebenar-benarnya di Aceh. Masyarakat disana sangat antusias menyambut perayaan maulid tersebut, meriah, nuansa Islami dimana-mana dan pastinya banyak makanan hehehehe.

Umumnya masyakat di Aceh menyambut perayaan Maulid tersebut dengan antusias dan melaksanakannya dengan semegah-megahnya selayaknya menyambut lebaran tiba, rumah-rumah mulai dibersihkan, gordyn dan taplak meja diganti, permadani turki mulai dibentang dan rumput dihalamanpun sudah rapi dipangkas menyambut hari kelahiran Pang Ulee (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW, utusan Allah SWT yang terakhir pembawa dan penyebar ajaran agama Islam. Kenduri ini sering pula disebut kanduri Maulod Pang Ulee. Ketika hari H tiba, bagi yang menyelenggarakan kenduri pada siang hari biasanya sekitar pukul 12 siang hidangan telah siap untuk diantar ke meunasah atau mesjid, dan bagi yang menyelenggarakan kenduri di rumah, hidangan telah ditata rapi untuk para tamu. Dari Meunasah dan masjid-masjid mulai terdengar Meudikee Maulod (zikir marhaban atau zikir maulid) sejak pagi hingga malam dan berhenti sebentar disetiap waktu menunaikan sholat tiba untuk kemudian dilanjutkan kembali. Meudikee Maulod ini terus dikumandangkan sampai dengan waktu Isya tiba, sesudah sholat Isya biasanya ditutup dengan ceramah Islami.

Penyelenggaraan kenduri maulid umumnya dilangsungkan di meunasah atau mesjid. Panitia pelaksana kenduri selain mengundang masyarakatnya juga mengundang penduduk dari gampong-gampong lain yang berdekatan. Penduduk di gampong yang sedang melaksanakan kenduri biasanya menyumbangkan makanan ke Meunasah / Mesjid, selain itu di Meunasah / Mesjid biasanya ada menyembelih sapi / kerbau / kambing untuk dimasak sebagai hidangan perayaan Milad Nabi tersebut. Makanan yang telah terkumpul di Meunasah / Masjid tadi diutamakan dibagikan kepada kaum dhuafa, fakir miskin, dan anak yatim / yatim-piatu, baik dari gampong penyelenggara maulid maupun gampong-gampong tetangga. Hal ini lah yang menyebabkan  perayaan maulid dilaksanakan pada waktu yang berbeda antara satu gampong dengan gampong yang lain.

Selain itu bagi yang mampu biasanya juga melaksanakan kenduri di rumah, biasanya pemilik rumah mengundang saudara, tetangga, kerabat, sahabat, dan masyarakat yang dikenalnya untuk menghadiri acara kenduri di rumahnya. Naaahh...disini mulai serunya, karena sebagaimana pepatah orang Aceh yang berbunyi "Peumulia Jamee  Adat Geutanyoe" yang artinya "memuliakan tamu adalah tradisi kami", sehingga sudah  prinsip orang Aceh bila tamu harus dimuliakan, maka sebagai tamu tentunya kita akan disuguhkan dengan berbagai macam jenis hidangan khas Aceh, dan sebagaimana tabiat orang Aceh yang paling menghargai tamu, senang menyambut tamu dan selalu ingin menyenangkan tamunya, maka saran saya, kalau anda diundang untuk hadir diacara kenduri Maulid, kosongkan perut sekosong-kosongnya hehehehehehe...karena pemilik rumah pantang lihat piring dan gelas tamunya kosong, pasti langsung disodori lagi beraneka macam makanan dan minuman.

Biasanya dalam kenduri Maulid ada beberapa makanan wajib yang selalu ada dalam daftar menu untuk dihidangkan, yaitu beukulah (nasi bungkus / nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang dengan bentuk khas seperti kerucut) dengan lauk pauk terpisah, dan untuk dessertnya ada beuleukat kuah tuhee / beuleukat kuah peungat, ketan dimakan dengan kuah santan dicampur dengan pisang raja dan nangka serta diberi gula secukupnya (seperti kolak tapi berwarna putih) ditambah dengan serikaya, kue timphan, dan Eh Boh Timon, Es Buah Timun, (catatan: konon orang Aceh susah nyebut huruf S). Sedangkan untuk lauknya, Waaaahhh...bener-bener heboh, segala macam jenis hidangan ada disini, karena menurut adatnya Aceh, yang paling mulia untuk disajikan kepada tamu adalah daging, maka jangan heran kalau hampir semua hidangan terdiri dari daging sapi, kerbau, kambing, bebek, ayam, ikan semuanya mejeng dengan menggiurkannya dipiring-piring hidangan, mulai dari dimasak gulai merah, gulai putih, dimasak kari merah, kari putih (koq kaya bendera ya Xixixixixi...), ditumis, digoreng, direbus, diasapi, dan aneka cara masak lainnya, pokoknya meriaaaaaaaaaaaahhh...!!!!!

Sebenarnya dibeberapa tempat di Banda Aceh juga masih melaksanakan adat seperti ini, tapi karena nggak pernah ngundang saya jadi saya nggak tahu Qiqiqiqi...kalau ditempat tinggal saya memang ada juga makan-makan sesudah ceramah tapi sekedarnya saja, biasanya nasi atau kue kotak demikian juga disekolah saya dulu, jadi menurut saya, yang tukang makan, kurang meriah. Tapi kalau saya cerita seperti ini ke Mama, maka dengarlah petuah Mama saya,

"Inti terpenting dari perayaan Maulid Nabi adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin untuk berjuang menegakkan panji-panji Islami dalam kehidupannya dan menjalankan perintah Allah SWT sebagaimana yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW, jadi bukan makan-makannya...!!!"

Duuuuhh...berasa ditabok pake sekarung goni beras deh hehehehe...Ok Mom, what ever you say yang penting sebagaimana petuah indatu (nenek moyang) kita dulu.....

"Matee Aneuk Meupat Jeurat Gadoh Adat Pat Tamita" 
(mati anak tahu kuburannya hilang adat dimana harus dicari)


Senin, 14 Februari 2011

Valentine's Day

Seumur-umur saya nggak pernah tuh merayakan hari valentine, menurut saya norak banget kemana-mana pake pink (bukan warna favorit saya), dengan membawa kado-kado yang juga, wajib, dibungkus dengan kertas berwarna pink, makan coklat (yang tidak begitu saya gemari), dan berusaha meromantis-romantiskan diri, Jiaaaah...ampuuun DJ !!!...DJijay baDJai deh...!!!!! Selayaknya hari ulang tahun, saya juga sering lupa kalau tanggal 14 Februari adalah hari valentine yang, kata orang-orang sih, merupakan moment yang tepat untuk mengungkapkan kasih sayang, nggak melulu kepada kekasih hati tapi bermakna luas kepada siapa saja yang patut untuk dikasihi.

Sebenarnya valentine itu apaan sih, apa iya ungkapan kasih sayang bisa diwujudkan dalam warna pink, kado-kado lucu dan coklat serta puisi-puisi maupun lagu-lagu romantis ? 

Apapun definisi dan versi tentang perayaan valentine itu I don't care, menurut saya kasih sayang diungkapkan tidak hanya dalam 1 hari saja dan juga tidak diwujudkan dalam bentuk warna pink, kado-kado lucu, coklat, puisi, dan lagu romantis. Bagi saya bila memang benar ingin mengasihi dan menyayangi ya seharusnya setiap hari tidak hanya 1 hari saja. Aneh banget rasanya bila setiap tanggal 14 Februari kita say I Love You namun besoknya sampai satu tahun kedepan kita kembali jadi pemain voly yang lihai melakukan serve, smash dan pukulan-pukulan mantap lainnya kepada pasangan, wiiih...amit-amit punya pasangan hobi KDRT kaya gini.

Klise rasanya bila sekali lagi saya mengingatkan kalau kasih dan sayang seharusnya ditunjukkan setiap hari dengan sikap, bukan kata-kata, dalam bentuk respect kepada orang yang kita kasihi dan sayangi, nggak perlu gombal-gombalan, romantis-romantisan dan kado-kadoan tapi bila kita menghargai orang yang kita kasihi dan sayangi, menurut  saya, itu lebih berharga dari ribuan kado valentine yang dibungkus kertas kado berwarna pink. Bukan berarti saya nggak setuju bila anda ingin merayakan valentine setiap tanggal 14 Februari, saya juga tidak melarang bila anda ingin memberikan saya kado pink di hari valentine, silahkan, (sapa juga yang mau kasih kado, GR),  itu hak anda yang penting sesudah tanggal 14 cinta, kasih dan sayang itu harus tetap ditunjukkan dalam bentuk perbuatan, More than words is all you have to do to make it real, kalau boleh pinjam liriknya Extreme.

Walaupun saya tidak pernah tertarik untuk merayakan valentine, tapi saya punya satu kenangan indah tentang valentine waktu saya SMP, my funny valentine with one of my best friends, Almh. Maya Handayani. Sama seperti saya Maya juga nggak suka segala hal yang terlalu dibesar-besarkan, pink ? terlalu girly katanya. One day setelah melakukan pembahasan hal-hal yang menurut kami sangat lebay dalam ritual 14 Februari, kami memutuskan sebagai berikut :
  1. Kasih sayang nggak perlu ditunjukkan ditanggal 14 Februari saja ;
  2. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan sudah pasti kita wajib menyayangi makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya ; 
  3. Sebelum menyayangi makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya alangkah baiknya bila kita belajar mencintai, menyayangi dan memahami diri kita sendiri dulu. 

Nah...untuk mewujudkan point ketiga ini, otak kiri dan kanan kami mulai bekerja, bagaimana caranya ? Maya bilang, "gampang, tanggal 14 Februari ini kita harus memanjakan diri kita dengan cara yang paling kita sukai tanpa harus peduli dan memikirkan pendapat orang lain, don't say you love me if you don't love your self, bukankan selama ini kita sudah mengenyampingkan ego kita demi menunjukkan rasa sayang kita kepada orang-orang yang kita sayangi.." Ok kata saya, maka selanjutnya dimulailah persiapan menyambut hari kasih sayang untuk diri sendiri itu. Maka dimulailah rencana-rencana licik sebagai berikut :
  1. Karena saya suka warna hijau, biru dan coklat maka saya bebas untuk memakai ketiga warna itu pada hari itu walaupun nggak nyambung dan sedikit norak, demikian juga Maya yang suka dengan warna hitam dan putih ; 
  2. Karena selama ini Mama-mama kita tidak pernah mengijinkan kita jajan sembarangan apalagi yang dipinggir jalan, maka karena setiap lewat tempat itu kita selalu tergoda tanpa pernah berani mencoba karena tidak ingin membuat sedih orang-orang yang kita sayangi, Mama, maka saat ini kita harus menyayangi diri kita dengan mewujudkan keinginan kita untuk jajan dipinggir jalan ;
  3. Kita bebas melakukan apa saja yang kita suka dalam satu hari itu saja tanpa peduli orang lain suka atau tidak dengan perbuatan kita, satu hari saja. 

Hebat sekali rencana kami untuk merayakan valentine bagi diri kami sendiri itu kan, demi persiapan itu kami bela-belain puasa dua hari dua malam supaya perut bisa banyak memuat jajanan yang selama ini selalu kami idam-idamkan, ingat cuma 1 hari kesempatan yang kami punya. Maka ketika harinya tiba, saya dengan mengenakan celana jeans biru, kaos hijau ngejreng yang menyakitkan mata walaupun dilihat dari jarak 100 Km dan tidak lupa topi kebanggan berwarna coklat mengendarai sepeda (properti yang kami kuasai hak vetonya pada waktu itu) bersama Maya yang memakai baju dan celana serba hitam dengan topi putih jalan-jalan keliling kota, sasaran pertama adalah jajanan pinggir jalan yang menjual bakso dan es campur, yang biasanya sering kami lewati, disana masing-masing dari kita jajan semangkuk bakso dan segelas es campur, setelah itu kami keliling lagi untuk hunting jajanan-jajanan menarik lainnya yang selama ini dilarang, selain itu kami juga pergi mancing diteriknya matahari (pantangan lainnya), bahkan sorenya ketika Mama Maya sedang pergi pengajian, kami main hujan, hujan buatan, alias bermain semprot-semprotan air, yang jelas pulang Mamanya dari pengajian kami diomelin karena telah merusak taman mungilnya saking serunya bermain hujan buatan. Disetiap aktifitas kami tak lupa mengisi perut dengan jajanan-jajanan yang, sekali lagi, dilarang. Saat itu benar-benar hari yang bahagia, kami benar-benar berhasil membahagiakan diri sendiri, Maya...I really miss you so much wherever you are...

Setelah perayaan hari valentine yang membahagiakan untuk diri kami sendiri itu 1 minggu kami tidak sekolah, lha kenapa, apa masih nyambung, tidak, kami sudah berikrar perayaan itu hanya untuk 1 hari dan janji suci itu kami pegang teguh, tapi mengapa bisa sampai molor 1 minggu, karena pada tanggal 14 Februari malam, kami demam dan diare selama 1 minggu, benar-benar sebuah maha ketololan di masa muda yang indah. Setelah itu kami jadi berpikir dan mendiskusikan lagi perbuatan kami, ternyata yang kemarin kami bahagiakan bukanlah diri kami melainkan ego dan nafsu kami, akibatnya diri kami menjadi korban dari nafsu dan ego tadi, jadi kesimpulannya, kami gagal membahagiakan diri kami sendiri.




Senin, 24 Januari 2011

White Love Behind The Screene

Trims untuk teman-teman yang uda ngasih jempol & comment-comment ok tentang foto ini di Fb Saya.
Foto ini dibuat dalam rangka market day event disekolahan Agung, kebetulan kelasnya Agung membuat prakarya-prakarya untuk dijual yang salah satunya adalah pigura, berhubung yang bakalan beli adalah orang tuanya juga jadi supaya kelihatan menarik ditempellah foto keluarga di pigura tadi & berhubung tema event kali ini adalah Familly Party maka yang diminta adalah Foto anak + keluarganya.
Sebenarnya pengumuman ini sudah diberitahukan jauh-jauh hari, tapi berhubung Opa (yang biasa jemput Agung pulang sekolah), seperti biasa, lupa memberitahukannya kepada kami, maka tepat 1 minggu sebelum market day, Miss Fitri (koordinator sekolah Agung) telepon untuk memberitahukan bahwa Agung belum mengumpulkan foto yang diminta.
Waaaaah....Saya jadi panik donk, masalahnya sejak Aditya lahir (10 Oktober 2010), kami belum pernah foto keluarga lengkap, sedangkan Agung nggak mau kumpulin foto yang tanpa dek Adit, akhirnya disepakati malam itu juga kita ke studio foto.
Awalnya bingung juga mau buat tema yang seperti apa, koq kayanya kalau untuk formil-formilan dek Adit belum punya baju resmi, akhirnya setelah berembuk dengan Papanya, yang seperti biasanya selalu menjawab "terserah Mama aja", kita sepakat untuk pakai white & jeans, sebenarnya sih kalau boleh dibilang 'terpaksa' bukan 'sepakat', karena kayanya cuma itu yang bisa dikompak-kompak'in. Kalau Jeans kita semua kebetulan punya Jeans dengan warna hampir senada seperti di foto, untuk Jeansnya dek Adit boleh pinjam dari Jeansnya bang Athar waktu baby dulu, untungnya muat cuma rada-rada kepanjangan dikit, tapi untuk bajunya bang Agung & Athar dua-duanya boleh pinjam bajunya dek Adit, pasti pada heran, lha koq bisa ? kebetulan dek Adit punya 1 lusin kaos seperti yang dipakai Agung & Athar dalam foto, kesannya maksa banget ya, untungnya style saat ini lagi seru-serunya model kaus ngepas dengan lengan gantung kaya gitu, jd gak ada yang tau kalau yang dipakai adalah kaos bayi hehehe....
Setelah urusan padu padan pakaian selesai, maka berangkatlah Kami semua menuju ke Joe's Studio, sesampainya disana Saya minta ama Oom yang foto supaya kita diarahkan sekasual mungkin, mengingat property pakaian yang terbatas :)
Tadinya saya pengen gayanya si Papa pose seperti orang rukuk terus dibawah kaki Papa nongol kepala Agung & Athar dan di punggung Papa ada saya & Adit, tapi si Oom bilang "itu mah uda Oldish Buuu, uda kuno, uda banyak yang gaya kaya gitu, gini aja semuanya pada duduk di Sofa trus Mama pegang dek Adit dudukin di tempat tangan sofa trus yang lain semuanya lihat dek Adit sambil ketawa", lebih mudah dari yang saya mau (pikir saya dalam hati), tapi ketika posisi sudah diatur dan si Om uda mulai menjepret kameranya, ternyata semuanya gak semudah yang dibayangkan.....untuk mendapatkan sebuah pose seperti yang temen-temen lihat perlu 24 x jepretan. Susah banget ngarahin gaya anak-anak, ada aja masalahnya, kebanyakan kesalahannya ketika lampu blitz menyala reaksi spontan mereka langsung terpana ngelihat ke kameranya si Oom, sedangkan si Oom pengennya kita semua lihat dek Adit jangan ada yang lihat ke Kamera, dengan susah payah dan berkat rayuan dahsyatnya si Oom akhirnya anak-anak berhasil untuk tidak lihat lagi ke kamera, tapi bukan berarti masalah selesai, Agung & Athar memang lihat dek Adit tapi dengan tatapan kosong tanpa expresi dan tanpa senyum Haaaahaaaaaayyyyy....saya & Papa mikir gimana caranya supaya mereka mau ketawa, lalu mulailah Papa gelitikin dua-duanya, berhasil, tapi saking kencengnya ketawa mata Papa, Agung & Athar jadi terpejam, duuuuuhhh...salah lagi, pinggang saya uda mulai pegel pose kaya gitu terus, gigipun uda terasa kering saking kelamaan nyengir, si Papa yang dasarnya gak sabaran bilang ama si Oom "ya udalah, stop, dicuci yang mana aja, gak apa-apa jelek, yang penting ada", tapi si Oom yang emang super sabar gak mau hasil karyanya dirusak oleh orang-orang gak sabar seperti si Papa dia bilang "jangan Pak...kasihan hasilnya nanti, gak apa-apa, ini Adik-adik uda mulai ngerti, sebentar lagi pasti dapat jepretan yang bagus"
Masalah belum selesai sampai disini, selanjutnya dek Adit ngulah, mungkin saking lamanya dia jadi rewel, rewelnya Adit menular ke abang-abangnya, Agung ogah duduk diam lagi & Athar uda mulai nendang-nendangin saya minta pulang, sekali lagi kesabaran si Oom diuji tapi emang dasar uda mencintai banget dunia kerjanya si Oom malah dapat ide lain, "ya uda Pak biarin aja Abang-abangnya mau ngapain aja, saya jepret terus", supaya Athar gak cemberut lagi saya bilang "ayo semuanya tembak dek Adit !".
Aaaaaakhirnyaaaaaa...thanx my Lord...Alhamdulillah...akhirnya dapet juga pose yang cantik seperti yang temen-temen lihat. Acungin jempol deh buat Oom yang uda sabaaaaar banget nungguin pose kami yang pas, walaupun sebenarnya saya rada-rada kecewa karena si Oom ngeshootnya dari bawah, sambil jongkok, jadi saya terlihat waaaaaaaaahhh....banget (sedikit bohay, menghiburdiri.com).